Tips

Tips
Tips & Trick

News

News
Artikel & News

Sport XR Evo

Sport XR Evo
Beat The Street

New Products

New Products
New Species
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

FDR Support YRA

Senin, 06 Juni 2011

Setelah sukses mendukung program pembibitan pembalap muda Honda, Honda Racing School ditahun 2010, kini FDR sebagai ban balap terbaik buatan Indonesia dipercaya oleh pabrikan Yamaha Indonesia untuk ikut mensupport Yamaha Riding Academy (YRA). Kepercayaan dari dua pabrikan motor terbesar di Indonesia ini menjadi bukti bahwa FDR masih menjadi ban balap terbaik baik dari segi kualitas maupun dari segi dukungan teknisnya.

YRA merupakan program pembibitan dan pembinaan bagi pembalap muda yang berada dibawah payung Yamaha Indonesia, dengan mengikuti YRA ini diharapkan lahir pembalap-pembalap muda Indonesia yang mampu berprestasi ditingkat lokal dan internasional. Rencananya YRA akan digelar dalam tiga gelombang yaitu: gelombang I tanggal 31 Mei - 2 Juni 2011, gelombang II tanggal 12-14 Jul 2011 dan gelombang terakhir tanggal 1-3 November 2011.

Peserta yang mengikuti gelombang pertama berjumlah 18 pembalap yang dibagi kedalam dua kelompok, mereka adalah pembalap terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan YRA dipusatkan di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat. Unit motor yang dipakai adalah Yamaha V-ixion, TTR 125 dan YZF-R6, semua peserta dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman didunia balap antara lain Doni Tata Pradita dan Hokky Krisdianto. Materi yang diajarkan meliputi: track orientation, riding style, racing line, braking, cornering dan survival insting.

FDR pada program ini selain menyediakan produk, juga memberikan service terbaik beserta dukungan tenaga teknis yang professional, jadi tidak heran jika FDR menjadi pilihan favorit dari mulai pembalap, tim balap hingga menjadi pilihan favorit pabrikan-pabrikan motor di Indonesia untuk bekerja sama dalam rangka pengembangan program balapnya.

sumber: www.fdrtire.com

Interact, Produk Ban Terbaru Metzeler

Kamis, 14 April 2011



MUSIM semi telah tiba. Para pecinta sepeda motor pun telah siap memodifikasi tunggangannya untuk menyambut musim baru.

Seperti diketahui ban berperan penting dalam perihal keamanan, sehingga banyak pengendara yang memberi perhatian penuh terhadap ban yang digunakan pada tunggangan mereka.

Dan inilah saatnya pabrik ban turut serta mengambil bagiannya dalam menawarkan produk-produk ban terbaiknya. Bervariasi ban diproduksi, dari ukurannya hingga dapat disesuaikan untuk keperluannya.

Belum lama ini, sebuah acara baru saja diselenggarakan di Metzeler Spanyol, untuk mengenalkan produk ban terbarunya bernama Interact yang menyediakan berbagai ban radial, dengan garis yang sepenuhnya telah direnovasi guna memenuhi kebutuhan tiga segmen sepeda motor.

Secara spesifik, ban Interact tersedia untuk segmen motor Sport, Sport-Urban, dan Urban-Touring. Ban penggabungan teknologi Multi Zone Tension dan ban baja yang telah dipatenkan ini terbagi tiga untuk tiga segmen tadi, yaitu Racetec K3 Interact, Sportec M5 Interact, dan Roadtec Z8 Interact.

“Walaupun Racetec K3 terlihat gagah pada segmen Sport dengan sebuah modern sport bike, jalanan akan menguji mesin 1000cc saat berkendara di pegunungan. Konsep yang sama menawarkan Roadtec Z8 yang fit digunakan pada sport touring bikes, tetapi ketika dipasang ke motor sport modern, memperluas penggunaan sepeda motor bahkan dapat digunakan dalam perjalanan panjang pada jalanan yang basah dengan tingkat jarak tempuh dan jaminan keamanan yang tinggi,” ujar Metzeler.

Pihak Metzeler menjelaskan, tingkat keamanan yang tinggi pada ban Interact ini dikarenakan ban ini terbuat dari kandungan bahan elemen senyawa tertentu yang mengandung silika tinggi, serta menggunakan nano-scale dispersion yang memungkinkan tingginya tingkat keamanan yang dalam suhu tinggi atau pun beban yang berat.

Struktur dar fitur pada ban Interact Metzeler ini pun telah dimodifikasi seperti kawat baja bertekanan tinggi di bagian tengah untuk membuat kecepatan stabil dan nyaman, selama dengan kombinasi yang tepat dalam penggunaan M5 dan Z8 untuk jalanan pegunungan atau berkelok dan Racetec jalanan lurus.

Ban Racetec K3 Interact telah dipilih menjadi original equipment fitment pada BMW S1000RR, Aprilia RSV4-R and the Triumph Speed Triple in both the 180 and 190 rear tire sizes.

Sportec M5 Interact juga telah dipasangkan pada BMW F800R dan Moto Guzzi 1200 Sport, sejak debut Roadtec Z8 Interact pada R1200R dan K1600 GT serta GTL. (uky)
From: www.okezone.com

Ban FDR SPARTAX - Ride The Limit

Kamis, 03 Maret 2011


Akhirnya terkuak juga misteri logo X dari FDR. Logo X tersebut tidak lain adalah SPARTAX, sebuah keluarga baru dari ban FDR. Dari segi pattern, ban ini memiliki jenis kembangan yang baru untuk kembangan ban di Indonesia, jadi layak disebut spesies baru bagi ban-ban di Indonesia.

Saat ini ban FDR Spartax baru diproduksi ukuran 60/90-17, 70/90-17 dan 80/90-17 dengan type Tubetype alias masih menggunakan ban dalam. Dikarenakan belum ada dipasaran, harganya kemungkinan sama dengan ban-ban harian FDR lainnya dikisaran 100-150ribuan.

Dari segi desain Spartax bukanlah ban Off Road tapi lebih terlihat seperti ban semi off road karena ada kombinasi kembangan berbentuk blok dan alur2 yang lebar namun jarak kembangannya jarang, sementara itu ban Off road untuk garuk tanah biasanya memiliki kembangan dengan blok kotak-kotak dan jarak antar kembangan rapat-rapat, ban ini mungkin mampu melahap jalan dengan kondisi extreem tapi tidak akan seoptimal ban Off Road, jadi jangan harap bikers mendapat performa maksimal ketika melintasi jalan tanah berlumpur atau jalan perbukitan dengan bongkahan batuan besar seperti halnya ban motorcross.

Jika dilihat dari kembangannya berbentuk blok dan beralur lebar ban ini cocok bagi Bikers yang menyenangi gaya streetmoto atau motor yang biasa menggilas jalan aspal dan tanah. Ban dengan jargon "Ride The Limit" ini sepertinya didesain untuk kondisi jalan di Indonesia yang kebanyakan tidak mulus, bergelombang dan berbatu. Ban ini juga sanggup melibas dari mulai jalan dengan aspal halus, aspal kasar, jalan tanah dan jalan berbatu kecil.
Alur ban yang besar-besar yang terdapat pada Spartax berfungsi untuk membuang pasir dan kotoran sehingga daya cengkram ban menjadi lebih baik. Dengan kata lain Spartax cocok untuk jalan perkotaan dan pedesaan. (br2)

2012 Michelin Balik ke MotoGP?

Jumat, 26 November 2010




Paris
- Dua tahun setelah memutuskan mundur dari MotoGP, Michelin dikabarkan bakal kembali meramaikan persaingan pabrikan ban di ajang tersebut. Mereka menjadwalkan melakukan comeback di tahun 2012.

Kali terakhir Michelin tampil di MotoGP adalah pada musim 2008, saat balap motor kelas premier itu memutuskan untuk menerapkan aturan baru soal suplier ban tunggal untuk tahun berikutnya.

Sejak saat itu hanya Bridgestone yang menjadi pemain tunggal di MotoGP. Kondisi yang bisa jadi tak akan bertahan lama karena keinginan Michelin melakukan comeback.

Dikutip dari MCN, berhembus kabar kalau pabrikan ban asal Prancis itu bakal kembali ke MotoGP pada tahun 2012, kebetulan di akhir 2011 kontrak Bridgestone akan habis.

"Ada ketertarikan besar dari Michelin untuk kembali, tapi mereka hanya mau melakukan itu jika ada kompetisi. Tapi masalahnya adalah, kompetisi akan membutuhkan biaya lebih besar dibanding jika hanya ada satu ban," ungkap seorang sumber MCN.

Disebutkan kemudian kalau keputusan soal comeback tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini, saat banyak tim akan memulai melakukan ujicoba pasca musim.

Sumber: detiksport

Satu HATI di tim Repsol Honda

Rabu, 10 November 2010



Musim depan, tim Repsol Honda mendapat Sponsor baru yaitu dari Astra Honda Motor yang merupakan produsen motor Honda di Indonesia.

Logo One HEART/Satu Hati mulai terlihat pada racing suite dan motor pembalap utama tim Repsol Honda, yaitu Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso pada Jumat pagi (5 November 2010/waktu Valencia) di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Logo One HEART akan menghiasai racing suit di bagian depan, dan lengan tangan kiri dan cover bodi sepeda motor sebelah kanan. Selain itu, kata Satu HATI akan terlihat pada punggung, lengan tangan kanan racing suit dan cover bodi sepeda motor sebelah kiri.

One Heart mencerminkan mimpi, gairah, dan gaya hidup bersama Honda dengan pelanggan yang muda dan dinamis di Indonesia.

“AHM mencoba membagi mimpi bersama meraih puncak kejayaan di arena balap dunia MotoGP. Dalam semangat One Heart, kebersamaan satu hati adalah kekuatan yang dahsyat untuk meraih mimpi, termasuk impian yang paling tinggi sekalipun,” ungkap Executive Vice President Director AHM Johannes Loman.

Semoga saja logo One Heart di motoGP bisa menjadi dorongan bagi bikers di Indonesia untuk lebih semangat lagi dalam meraih mimpinya.

Honda CBR 250R vs Kawasaki Ninja 250R

Selasa, 02 November 2010

JAKARTA- Jalan lengang yang selama ini dirasakan Kawasaki Ninja 250R dipastikan bakal lebih sempit dengan bakal munculnya Honda CBR250R.

Sama-sama masuk dalam kelas motor sport 250 cc, kedua motor ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

CBR250R menggunakan mesin 249 cc liquid cooled 4-tak DOHC single cylinder berkode CS250RE dengan kompresi rasio 10,7:1. Ini berbeda dengan Ninja yang punya jeroan 248 cc 4-tak 2 cylinder liquid cooled yang memiliki kompresi rasio 11,6:1.

Namun jangan lantas remehkan CBR, karena Honda telah menjejalkan Program Fuel Injection System (PGM-FI). Sementara Kawasaki masih percaya dengan kaburator lansiran Keihin CVK30.

Untuk menopang dimensi motor dengan panjang 2.035 mm, lebar 0.720 mm, dan 1.125 mm, Honda menggunakan ban berukuran 110/70-17M/C di depan dan 140/70-17M/C dibagian belakang.

Sedangkan Kawasaki memiliki si karet bundar berukuran 100/70 50S dan 130/70 64S jenis Tubeless yang bersanding dengan pelek racing ukuran 17 inci.

Urusan variasi warna Honda menawarkan Candy Ruby Red, Sword Silver Metalic, dan Asteroid Black Metalic. Kawasaki punya lebih banyak pilihan dengan Candy Plasma Blue, Ebony, Passion Red, dan Lime Green.

Nah sekarang tinggal keputusan Honda berapa akan membanderol CBR250R di Indonesia. Bila berdekatan dengan Kawasaki Ninja 250R yang harganya ada pada kisaran Rp46 juta, maka persaingan motor sport 250 cc akan semakin sengit. (uky)
Sumber: Okezone.com

Bungkus Baru Ban Honda

Jumat, 29 Oktober 2010


Honda Genuine Tire yang selama ini kita kenal bungkusnya berwarna merah dengan tulisan Honda berwarna putih, namun sekitar dua bulan terakhir ditoko-toko dapat kita lihat ada dua warna bungkus ban honda, satu berwarna merah, dan satu lagi berwarna putih. Sekilas bungkus warna putih mirip bungkus kepunyaan ban FDR tipe Genzi, sedangkan bungkus warna merah mirip bungkus ban FDR tipe Flemmo.
Lalu apa yang membedakan keduanya? ternyata perbedaan ini dibuat supaya konsumen bisa membedakan antara ban untuk roda depan dan ban untuk roda belakang. Ban depan diberi bungkus warna putih dengan tulisan merah, sedangkan ban belakang dibungkus dengan warna merah dengan tulisan putih. dengan demikian konsumen bisa dengan mudah membedakan mana untuk ban depan dan mana ban untuk roda belakang, selain itu hal ini bisa mengurangi penggunaan ban yang berukuran kecil pada roda belakang. Jadi jangan ragu tuk membeli ban asli motor Honda untuk roda depan atau roda belakang motor Anda.

Pedrosa Menjajal ban FDR Sport FR 75

Kamis, 29 Juli 2010


Dani Pedrosa yang datang ke Sirkuit Sentul, sempat menjajal 4 lap dengan mengemudikan Honda Blade, yang paling membanggakan adalah ban yang dipakai tersebut adalah ban FDR Sport FR 75 Slick tire yang merupakan ban asli produksi dalam negeri.
Pedrosa terlihat menikmati setiap jengkal karting Sircuit Sentul dengan mengemudikan Honda blade dan sikaret bundar FDR Sport FR 75, bahkan pedrosa berani merebah ketika melewati tikungan di Sirkuit yang biasa dipakai gokart ini, saking enjoynya, rolling yang sedianya dilakukan hanya tiga lap ditambah menjadi 4 lap atas permintaan Pedrosa sendiri.

Begitu pede-nya Pedrosa melahap lintasan menandakan bahwa dia percaya akan ketangguhan mesin Blade dan kehandalan ban FDR yang dipakainya, padahal Pedrosa tidak terbiasa dengan motor jenis bebek dan profil ban kecil, hal ini bisa menjadi bukti bahwa ban FDR bisa dipercaya oleh rider negara lain bahkan rider motoGP sekalipun. Jika Pedrosa enjoy memakai ban FDR, bagaimana dengan Anda..

Ban Sport XR 14 Inchi Puaskan Racer Matic

Rabu, 21 Juli 2010

Pada event Honda Racing Championship seri kedua di Cimahi Bandung, FDR secara resmi meluncurkan ban balap khusus matic yaitu Sport XR ukuran 90/80-14, dengan demikian lengkaplah sudah seri ban balap FDR tipe Sport XR, dari mulai ban balap untuk kelas matic, kelas bebek hingga kelas motor sport.

Saat ini FDR masih menjadi satu-satunya produsen ban motor dalam negeri yang memiliki varian ban balap terlengkap dari mulai ban hujan hingga ban kering, dengan hadirnya Sport XR untuk matic ini diharapkan bisa memuaskan para pembalap matic yang selama ini mendambakan ban balap yang berkualitas tinggi.

Saat balapan kelas Matic 130cc Tune Up Open yang berlangsung di lapangan Brigif Kujang Cimahi ini para pembalap langsung jatuh hati pada Sport XR 14", ditengah guyuran hujan deras Sport XR 14" tetap menunjukan performa terbaiknya melaju kencang di track lurus dan bermanuver lincah ditiap tikungan. Semua pembalap yang memakai Sport XR 14" mengaku puas dengan performa ban ini, berikut komentar pembalap yang berhasil kami himpun:

WAHYU WIDODO (Aries Putra Federal Oil MPM KYT Kawahara) - Juara 1
" Pertama saya masuk, begitu warming up, ternyata ada kelebihannya, begitu saya coba handling dulu...ternyata TOP, jadi walaupun startnya dari belakang tetap PEDE abiz.."

BIMA ADITYA R. (Wahana Dunia Motor FDR INK Federal Oil) - Juara 2
"Saya kira sudah memuaskan tinggal diatur setingan anginnya saja"

AJI MAROMPONG (JP racing Kawahara) - Juara 3
"Ban FDR saat nikung sangat bagus, melekat... baik di track licin basah ataupun kering"

IVAN ATMAJA (Honda DAM Adira NHK Motora)
" Bannya istimewa, basah kering enak, walaupun baru pertama kali ikut balap matic"

FEBRIANUS BALANK (Yutaka Racing)
"Waktu kering bisa bermanuver kencang, walaupun kencang tidak ada slip"

JUNI AS. (Aries Putra Federal Oil MPM KYT Oei Racing)
"Saya kira gak ada Kekurangannya walaupun hujan lebat"

BAYU ADITYA (Honda Tunas Jaya FDR INK Federal Oil)
"Kelebihan ban FDR dikering atau basah sama, ke jalannya (track) lebih menggigit"

TEJO UNYIL (Bandung TMS RT)
"Dibanding compound ban lain, FDR lebih enak, namun sayang tadi problem mesin jadi tidak finish"
(Sumber: www.fdrtire.com)

Sport XR 14 Inchi Hadir Untuk Memenuhi Kebutuhan Racer Matic




















Tidak bisa dipungkiri bahwa balap motor masih menjadi daya tarik pengguna motor untuk melihat teknologi-teknologi terbaru dari dunia roda dua. Peran serta FDR dalam olahraga ini sudah dimulai sejak tahun 2003 dengan dimunculkannya Drag tire disusul tahun 2005 dengan Sport XR dan puncaknya adalah menjadi Ban Official pertama kejuaraan nasional road race tanah air pada tahun 2006. Tidak salah jika FDR menyandang sebutan sebagai ban balap motor pertama di Indonesia.

Torehan prestasi pabrikan ban motor asli Indonesia ini tak berhenti hanya di Indonesia. FDR juga membawa pembalap-pembalap Indonesia menjadi jawara di FIM Asia GP. Bertanding dengan produsen ban motor dari negeri sakura.

Komitmen untuk mengembangkan ban balap motor roda dua tidak hanya untuk motor bebek, namun FDR juga memberikan kontribusi besar di balap motor sport kelas 150 cc 2T dan 4T. Pada event resmi Indospeed tahun 2010 ini ban Sport XR 100/70-17 dan 120/70-17 menjadi favorit peserta. Pilihan tersebut tidak salah, di tengah kepungan ban dari negeri samurai, hingga seri terakhir yang diadakan ban FDR masih menduduki podium tertinggi dengan pembalapnya Nico Julian Chandra dari NJC FDR.

Tidak berhenti disana, FDR pun menjawab kebutuhan pasar balap motor scooter matic. Dan lagi-lagi FDR menjadi produsen ban motor asli Indonesia yang pertama di kelas ini, sebagaimana di kelas motor lainnya. Tipe pertama yang diluncurkan adalah Sport XR 90/80-14. Secara prestasi ban ini menyusul pendahulunya, menjadi pemenang di setiap event yang diikutinya. Prestasi tertinggi telah diraih ban ini sepanjang 2010, di OMR, Kejurda dan juga National Championship di Filipina, Sport XR 90/80-14 selalu menjadi yang terdepan.

“FDR memiliki komitmen yang tinggi untuk menunjang olahraga bermotor di Indonesia, karena itulah kita akan terus mengembangkan produk-produk terbaik”, papar Riza selaku Marketing Dept. Head of PT Suryaraya Rubberindo Industries selaku produsen ban FDR. Pria ramah ini juga mengisyaratkan jika FDR tidak hanya akan berhenti disini, masih ada kejutan-kejutan lainnya dan diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi konsumen roda dua. Jika dibandingkan dengan produk terdahulu yaitu Sport XR EVO 90/80-14, produk ini (SPORT XR) memiliki beberapa keunggulan antara lain pada grip dan handling sensibility. Jadi bagi biker yang gemar turing atau harian, jika menginginkan performa lebih bisa menggunakan Sport XR ini sebagai ban harian, lanjut Riza.

Yang pasti Sport XR ini adalah persembahan karya anak bangsa tanpa bantuan atau campur tangan pihak asing, sebuah kebanggaan dari FDR untuk Indonesia.
Semoga ke depan industri roda dua di Indonesia semakin maju dan berkembang....salam biker!!!
(Sumber: www.fdrtire.com Foto: www.facebook.com/fdrtire)

Baru Genzi 14 inchi

Jumat, 16 Juli 2010




















Setelah lama ditunggu oleh pencinta matic akhirnya PT Suryaraya Rubberindo Industries selaku produsen ban FDR mengeluarkan Genzi untuk motor matic, tidak tanggung-tanggung tiga varian size langsung diluncurkan, yaitu:
  1. 80/80-14 dengan Harga Eceran Teringgi Rp. 140,000
  2. 90/80-14 dengan Harga Eceran Teringgi Rp. 170,000
  3. 100/80-14 dengan Harga Eceran Teringgi Rp. 210,500 (Sumber: www.fdrtire.com)
Namun sayang, seperti saudara tuanya yang 17 inchi, Genzi 14 inchi tidak ada versi tubelessnya, masih mengandalkan tubetype alias tetap menggunakan ban dalam.
Ban yang bertampang seperti sabetan samurai ini, sebelumnya sudah terbukti handal baik dijalan basah maupun kering....(Karena penulis pake Genzi juga tapi yang 17"..hehehe..), tampilannya yang kokoh dan berkarakter tajam membuat tampilan motor anda semakin mantap, gak heran klo ada pabrikan ban lain meniru-niru kembangan Genzi.
So Bro n Sis..Enjoy UR Matic with Genzi..

Sesuaikan Ukuran Ban DenganKarakter Besutan

Rabu, 10 Desember 2008

Ada alasan mengapa ban motor memiliki ukuran masing-masing. Selain disesuaikan dengan jenis dan karakter besutan, ukuran ban juga memiliki standar pabrikan yang terkait kenyamanan tunggangan.

“Selain itu disesuaikan dengan fungsi. Misalnya untuk ban tipis, cocok dipakai untuk trek lurus atau drag race,” ungkap Handoko dari toko Sinar Abadi di Jl. Cileduk Raya, No. 27 A-B, Larangan, Tangerang.

Nah banyak sobat bikers salah kaprah mengenai pemakaian ban yang tak sesuai fungsi. Umumnya mengatasnamakan gaya serta tongkrongan saja, perkara safety cenderung diabaikan. Misalnya untuk aplikasi ban bertapak tipis atau ukuran ¾, jika dipakai untuk harian akan menyebabkan slip dan sangat berisiko. “Ban ukuran ini enggak direkomendasi untuk harian,” lanjut lelaki berperawakan subur ini.

Begitu pula dengan ban bertapak lebar. Di luar kelebihan yang mampu mendongkrak tongkrongan, tapak ban lebar berimbas pada performa besutan. “Tarikan motor jadi berat akibat traksi roda yang lebar,” beber Chandra Kusuma Iwan, bos Chandra Motor di Jl. Kebon Jeruk III, No. 14-8, Hayam Wuruk, Jakbar.

Dengan begitu, ban bertapak lebar juga memeliki efek karambol terhadap part di seputar roda. Yakni gir set bakal lebih cepat termakan dan laher (bearing) roda lebih mudah goyang atau rusak. “Ban lebar bisa bikin boros BBM, akibat dari gasingan roda yang berat. Jika tak diimbangi dengan ubahan pendukung, ban lebar juga bakal men-donat alias enggak berotasi sempurna,” sambung pria ramah ini.


Sumber: http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otonews/Content/0/0/1/7/2532
 

07 Jul 2010 ·banroda2 by vendesign