Tips

Tips
Tips & Trick

News

News
Artikel & News

Sport XR Evo

Sport XR Evo
Beat The Street

New Products

New Products
New Species
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Mengapa MotoGP lebih menarik dibanding F1

Jumat, 10 Desember 2010

F1-VS-motoGP

Bagi anda penyuka balap, jika disuruh menentukan pilihan, memilih menonton motoGP atau F1, pastinya sebagian besar akan memilih motoGP, mengapa…berikut alasannya:

  1. MotoGP menyajikan aksi susul-susulan (Overtaking) yang memukau, peraih pole position belum tentu menjadi pemilik podium juara sedangkan pada balapan F1 sangat kecil kemungkinan untuk melihat aksi over taking antar pembalap apalagi pada sirkuit dengan trek yang sempit seperti Monaco, strategi pitstop yang meniadakan pengisian bahan bakar menjadikan balapan F1 semakin membosankan, peraih pole position biasanya akan mendapatkan podium juara.
  2. Bentuk mobil F1 terasa aneh berbeda dengan mobil produksi masal yang beredar di jalan raya, sirip-sirip aerodinamika yang menempel diseluruh badan mobil menambah aneh bentuk mobil. Sementara itu bentuk motor motoGP tidak berbeda jauh dengan bentuk motor yang beredar dijalanan.
  3. Tingkatan sosial masyarakat Indonesia lebih banyak memakai sepeda motor dibanding mobil, hal ini menjadikan motoGP lebih dekat dengan masyarakat Indonesia.
  4. F1 juga banyak mengandung unsur politis, misalnya tim Ferari lebih banyak diuntungkan oleh keputusan-keputusan FIA dikarenakan tim tersebut memiliki kedekatan dengan punggawa-punggawa FIA. Pada motoGP hal ini tidak terjadi, FIM lebih bersifat netral dibanding FIA.
  5. F1 banyak memberlakukan team order, yang menggelikan teman satu tim rela memperlambat mobilnya demi pencapaian point teman lainnya atau pembalap menghalangi jalan pembalap lain demi memperpanjang jarak pembalap satu timnya, sementara itu pada motoGP hal ini sulit dan jarang terjadi.
  6. Driver F1 dapat berkomunikasi dengan pit crew, hal ini yang kadangkala muncul keputusan politis, sementara itu rider motoGP benar-benar harus memutuskan segala sesuatu secara sendiri ketika sudah berada di trek karena tidak adanya alat komunikasi antara rider dan pit crew.
  7. Jumlah lap yang harus dilalui F1 sangat banyak yaitu sekitar 60 lap (durasi tayangan tv 2 jam), sedangkan pada motoGP hanya sekitar 24 lap (durasi tayangan tv 1 jam), hal ini menambah jenuh F1, bayangkan terpaku didepan tv tanpa ada aksi overtaking dengan pembalap yang memimpin didepan itu-itu saja.
  8. Pada motoGP ditayangkan juga kelas pendukung yaitu kelas 125 (moto3) dan moto2, selain tambah menghibur hal ini juga menyebabkan penonton bisa tahu jenjang karir pembalap dari awal hingga ke pentas tertinggi yaitu motoGP, misalnya penonton bisa tahu ketika Valentino Rossi masih beraksi dikelas 125, 250 hingga bisa merajai motoGP. Pada F1 kelas pendukung seperti GP3 atau GP2 tidak ditayangkan di TV sehingga penonton tidak biasa menyaksikan aksi seorang pembalap sebelum tampil dikelas F1.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa motoGP lebih menghibur dibanding F1, namun demikian bagi anda yang fanatik terhadap F1 tentu memiliki alasan tersendiri kenapa mencintai F1, semuanya diserahkan kepada Anda. (www.banroda2.blogspot.com)

Alat Tambal Ban Elektrik Buatan Jepara

Jumat, 08 Oktober 2010


Alat tambal ban yang selama ini kita kenal adalah penambal ban yang menggunakan bahan bakar sebagai alat pemanasnya, masalahnya sekarang ini bahan bakar seperti minyak tanah sudah sangat langka dipasaran walaupun ada bisa dipastikan akan sangat mahal harganya. Maksum ( 41 ) warga desa Tedunan kecamatan Kedung Kabupaten Jepara berhasil membuat terobosan unik. Meskipun hanya berpendidikan setara SMP saja namun dia mampu menciptakan alat tambal ban elektric yang pemanasannya menggunakan tenaga listrik. alat tambal ban elektric ini cukup praktis penggunaannya , tinggal colok saja 7 – 10 menit ditunggu ban yang bocorpun kembali dapat digunakan lagi.


” Ide pembuatan alat tambal ban ini sudah lima tahun yang lalu dan baru dibuat dua tahunan , ini dipicu oleh mahalnya bahan bakar minyak tanah dan kadang-kadang sulit mendapatkannya. Selain itu saya juga mempraktekan ketrampilan elektro saya”, ujar Maksum yang ditemui di rumah.

Maksum yang sehari-harinya bekerja sebagai montir mengatakan, alat tambal ban elektric ini hanya diperuntukkan untuk menambal ban sepeda atau sepeda motor sehingga bentuknya kecil dan mudah penggunaannya. Ban sepeda atau sepeda Motor yang bocor diberi tanda , diatas tanda ditutup dengan kompon selanjutnya ban dan kompon dipasang pada alat tambal ban electric tunggu 7-10 menit ( lampu kontrol padam) banpun akan kembali dapat digunakan. Karena menggunakan tenaga listrik dari segi beayapun cukup murah , selain itu juga tidak dipusingkan oleh asap dan api apalagi jika musim hujan alat ini sungguh sangat praktis.

Alat tambal ban electric ini menurut Maksum , selain dapat untuk membuka usaha tambal ban juga dapat dipergunakan secara pribadi utamanya rumah tangga yang tempatnya jauh dari bengkel , daerah terpencil atau dipemukiman padat penduduk. Saat ini sepeda atau sepeda motor merupakan alat transportasi yang cukup vital , kebocoran ban bisa terjadi kapan saja dan dimana saja . Oleh karena itu jika dirumah sudah tersedia alat tambal ban ini kita tinggal membeli kompon dan pompa di toko terdekat , jika ban sepeda atau sepeda motor kita bocor sewaktu-waktu bisa ditanganinya sendiri tidak usah ke bengkel . Selain menghemat waktu , juga menghemat biaya bahkan jika ada kesempatan kita bisa buka usaha tambal ban sendiri dan dapat menambah penghasilan.

” Ya itulah manfaatnya alat tambal ban ini , ya karena keterbatan modal kami membuat alat ini belum begitu banyak , kami membuat hanya mengandalkan pesanan saja , yang kami buat baru sekitar 30 alat tambal ban . Harganyapun cukup murah hanya Rp 125.000 saja , jika ada yang pesan bisa kami buatkan , tentunya tambah ongkos kirim dimana pemesan itu tinggal bisa di seluruh Indonesia kami layani ” , ujar Maksum berpromosi.

Maksum menjamin alat tambal ban electric yang ia ciptakan ini cukup efektif , praktis dan ekonomis untuk menambal ban , oleh karena itu para penambal ban utamanya sepeda atau sepeda motor yang masih menggunakan api untuk pembakarannya dapat beralih ke alat tambal ban electric ini. Dan untuk waktu yang akan datang dia akan mencoba membuat alat tambal ban mobil sehingga mempermudah para tukang tambal ban mobil dalam bekerja. Tidak itu saja dia juga berkeinginan pula untuk membuat tempat pelatihan /kursus ketrampilan bengkel mobil, sepeda motor dan las untuk para remaja yang putus sekolah atau remaja yang belum mempunyai ketrampilan sama sekali.

Dia melihat saat ini banyak remaja yang putus sekolah atau menganggur yang hanya membuat masalah di keluarganya. Padahal jika mereka itu dididik ketrampilan perbengkelan akan membuka lapangan pekerjaan baru , toh pada saat ini sepeda motor sudah menjamur dimana.

” Doakan saja Mas, mudah mudahan keinginan saya membuka tempat pelatihan terkabul , sehingga ketrampilan saya bisa tersalurkan untuk orang lain” . ujar Maksum yang setiap harinya bergelut dengan mesin mobil menutup sua.


Sumber : http://www.whooila.com/2010/10/unik-kreatif-warga-jepara-temukan-alat.html#ixzz11igyd6Eo

Sesuaikan Ukuran Ban DenganKarakter Besutan

Rabu, 10 Desember 2008

Ada alasan mengapa ban motor memiliki ukuran masing-masing. Selain disesuaikan dengan jenis dan karakter besutan, ukuran ban juga memiliki standar pabrikan yang terkait kenyamanan tunggangan.

“Selain itu disesuaikan dengan fungsi. Misalnya untuk ban tipis, cocok dipakai untuk trek lurus atau drag race,” ungkap Handoko dari toko Sinar Abadi di Jl. Cileduk Raya, No. 27 A-B, Larangan, Tangerang.

Nah banyak sobat bikers salah kaprah mengenai pemakaian ban yang tak sesuai fungsi. Umumnya mengatasnamakan gaya serta tongkrongan saja, perkara safety cenderung diabaikan. Misalnya untuk aplikasi ban bertapak tipis atau ukuran ¾, jika dipakai untuk harian akan menyebabkan slip dan sangat berisiko. “Ban ukuran ini enggak direkomendasi untuk harian,” lanjut lelaki berperawakan subur ini.

Begitu pula dengan ban bertapak lebar. Di luar kelebihan yang mampu mendongkrak tongkrongan, tapak ban lebar berimbas pada performa besutan. “Tarikan motor jadi berat akibat traksi roda yang lebar,” beber Chandra Kusuma Iwan, bos Chandra Motor di Jl. Kebon Jeruk III, No. 14-8, Hayam Wuruk, Jakbar.

Dengan begitu, ban bertapak lebar juga memeliki efek karambol terhadap part di seputar roda. Yakni gir set bakal lebih cepat termakan dan laher (bearing) roda lebih mudah goyang atau rusak. “Ban lebar bisa bikin boros BBM, akibat dari gasingan roda yang berat. Jika tak diimbangi dengan ubahan pendukung, ban lebar juga bakal men-donat alias enggak berotasi sempurna,” sambung pria ramah ini.


Sumber: http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otonews/Content/0/0/1/7/2532
 

07 Jul 2010 ·banroda2 by vendesign