Tips

Tips
Tips & Trick

News

News
Artikel & News

Sport XR Evo

Sport XR Evo
Beat The Street

New Products

New Products
New Species
Tampilkan postingan dengan label Safety riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety riding. Tampilkan semua postingan

8 Tips Perawatan Ban Motor

Rabu, 28 Juli 2010

Ban merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan selama berkendara, untuk itu perlu pemeriksaan dan perawatan supaya ban tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

1. Periksa tekanan angin ban secara berkala, pemeriksaan tekanan angin biasanya banyak diabaikan oleh para bikers, biasanya selama belum kempes maka anginnya tidak diperiksa-periksa. pastikan ban dalam keadaan dingin ketika akan diperiksa. Untuk performa yang maksimal saat kondisi basah kurangi sekitar 10% dari kondisi normal. hal lain yang akan terjadi jika kekurangan atau kelebihan angin ialah ban anda habis secara tidak merata.

2. Jangan menunggu hingga ban rusak. Mengganti ban jangan menunggu hingga ban botak atau rusak, selain itu jangan menunggu sampai jarak / kilometer tertentu, karet pada ban ada umurnya biasanya zat-zat yang terkandung dalam karet ban akan berubah dalam jangka waktu tertentu, ganti ban setelah penggunaan 3 tahun (Pada pemakaian normal) walaupun kondisi kembangannya masih bagus.

3. Ganti ban setelah mencapai batas TWI. TWI(Tread Wear Indicator) adalah simbol untuk menunjukkan batas pemakaian ban tanda ini berupa
segitiga yang tertera di sisi ban dan tonjolan pada sela-sela pattern hal ini untuk menunjukkan batas keausan tread yang diijinkan oleh produsen untuk menjamin performa ban, jika keausan tread sudahmencapai tanda ini maka sebaiknya ban segera diganti. (www.fdrtire.com)

4. Periksa kondisi fisik ban secara berkala. Bersihkan ban dari kerikil-kerikil tajam yang menempel disela-sela kembangan, Jika ada oli yang menempel segera cuci dengan air sabun.

5. Saat motor diparkir lama gunakan standard tengah supaya beban tidak bertumpu pada sisi kiri saja.

6. Jangan parkir di tempat yang ada ceceran oli atau cairan kimia lainnya. Karet dan zat kimia yang terkandung didalam ban akan bereaksi dengan oli atau cairan kimia lainnya sehingga ban akan rusak jadi hindari kontaminasi dengan cairan2 kimia yang merusak,oli, minyak dan bensin segera bersihkan dengan air dan sabun jika terkena cairan tersebut.

7. Hindari kontak dengan sinar matahari langsung dengan waktu yang lama karena akan membuat karakter karet ban berubah, usahakan parkir ditempat teduh.

8. Ban luar diganti, ban dalam juga sebaiknya ikut diganti, beberapa pabrikan bahkan menganjurkan agar mengganti keduanya pada saat bersamaan.

Dihimpun dari berbagai sumber.

Tips Aman Berkendara Saat Hujan

Cuaca yang tidak menentu, sebentar hujan, sebentar panas, menyebabkan kita harus lebih hati-hati saat berkendara. Tak jarang terjadi kecelakaan akibat faktor cuaca yang tidak mendukung.

Belum lagi akibat jalan rusak ,tergenang dan licin. Ini juga yang membuat pengendara rawan mengalami kecelakaan.

Berikut beberapa tips saat berkendara saat musim hujan, dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya agarberkendara lebih aman dan nyaman.

1. Periksa semua lampu kendaraan apakah semua dapat berfungsi dengan baik. Agar lampu tersebut bermanfaat membantu anda melihat di jarak pandang yang terbatas karena hujan.

2. Nyalakan lampu utama meskipun siang hari dan hujan rintik-rintik karena membantu pengendara lain melihat kendaraan anda.

3. Periksa kondisi tekanan udara dalam ban dan kedalaman alur ban secara rutin minimal seminggu sekali. Kondisi tekanan ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindari kendaraan anda melayang di atas air (aquaflying) dan tergelincir (slip) pada saat hujan.

4. Jangan mengambil risiko dengan menggunakan ban yang sudah tipis.

5. Periksa kondisi kontrol utama komponen kendaraan anda yaitu kemudi, pedal rem, gas maupun kopling. Apakah sudah dalam kondisi baik.
Berikan perawatan ekstra selama musim hujan karena untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan orang lain yang dapat menyebabakan kecelakaan.

6. Pergunakan alas kaki yang tidak licin, tahan air dan aman untuk berkendara.

7. Persiapkan jas hujan yang berbentuk baju dan celana karena jas hujan seperti ini lebih aman dibandingkan yang berbentuk ponco.

8. Kurangi kecepatan Anda dalam mengendarai kendaraan. Sebab pada saat hujan permukaan jalan licin akibat dari bercampurnya oli dengan air agar ban anda tidak tergelincir (slip).

9. Mengemudikan kendaraan dalam kodisi kecepatan rendah akan membuat alur ban kendaraan anda lebih banyak bersentuhan langsung dengan aspal dan membuat daya cengkram ban lebih baik.

10. Jaga jarak aman kendaraan Anda dengan pengendara lain karena pada saat hujan jarak aman pengereman kendaraan membutuhkan jarak yang lebih jauh daripada kondisi kering.

11. Jangan sembarangan menerobos genangan air karena kita tidak tahu kedalamannya. Hal ini bisa mengakibatkan kendaraan Anda mogok atau terperosok ke dalam lubang yang mungkin ada di dalam genangan air.

12. Apabila terjebak banjir dan kendaraan Anda mogok karena air masuk ke saluran pembuangan gas kendaraan anda. Jangan menghidupkan mesin kembali lebih baik didorong ke tempat yang aman. Sebab dikhawatirkan sistem pengapian Anda mengalami korsleting dan dapat membuat kendaran Anda terbakar .

13. Apabila menemukan genangan air, pohon tumbang ataupun membutuhkan derek untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya bisa menghubungi bantuan Polisi 112, SMS 1717 atau menghubungi TMC Ditlantas Polda Metro Jaya di nomor telepon (021) 5276001.

Sumber: Vivanews.com

Etika Saat Berkendara Sepeda Motor



Selain harus memenuhi persyaratan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK), pelindung kepala (helm), maupun perlengkapan kendaraan lain, mengendarai sepeda motor juga harus memperhatikan etika.

Etika berkendara perlu karena hal itu bertujuan untuk menghormati, menghargai, dan menjaga keselamatan orang lain. Apalagi, setiap orang pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka.

Lalu, bagaimana etika berkendara itu? Tips-tips apa yang dapat digunakan untuk meminimalisasi kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka dan mencelakakan orang lain?

Berikut tips-tips dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya:

1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.

2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari tune up, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, zign, rantai, busi, bahan bakar minyak (BBM), dan surat-surat (SIM serta STNK).

3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng.

4. Memakai kacamata ultra violet (UV) di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.

5. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata, dan jas hujan.

6. Bagi pembonceng perempuan, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.

7. Untuk menyeberang, pastikan lalu lintas aman.

8. Perjalanan dalam kota, kecepatan tidak lebih dari 60 kilometer/jam, dan jangan berjalan dengan zig-zag. Apalagi jika memboncengkan balita, orang tua.

9. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 orang).

10. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.

11. Nyalakan lampu utama meski siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.

12. Hal yang tidak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan. (jn)

Sumber: vivanews.com

 

07 Jul 2010 ·banroda2 by vendesign