Tips

Tips
Tips & Trick

News

News
Artikel & News

Sport XR Evo

Sport XR Evo
Beat The Street

New Products

New Products
New Species

Facio Ban Batik Pertama di Indonesia

Kamis, 22 Desember 2011

Satu lagi terobosan yang ciamik dari FDR, Facio - ban kembangan batik pertama di Indonesia, ban tubeless 14" dengan kembangan yang lain dari biasanya patut untuk diburu, terutama untuk pengguna Honda Scoopy. Aplikasi tubeless menjadi lebih praktis karena ga usah menggunakan ban dalam, menurut Facebook FDR ban ini akan keluar dibulan januari 2012, gambar dan ulasannya secara kebetulan ane nemu di tabloid otoplus, ini ni gambarnya..keren kan..
Sumber gambar: Otoplus edisi 26/ix

Genzi Tubeless, Menjawab Keinginan Bikers

Jumat, 09 September 2011

Akhirnya FDR mengeluarkan versi Genzi Tubeless, ban versi tubeless ini sebenarnya telah ditunggu-tunggu kehadirannya ditanah air, Nampaknya FDR tahu betul keinginan para bikers sehingga tagline "Menjawab keinginan bikers" dirasa cocok dengan kehadiran versi tubeless ini, seperti kita tahu banyak bikers yang memakai ban Genzi yang bertype tubetype namun memperlakukannya seperti ban tubeless alias tanpa ban dalam, padahal konstruksi tubetype dan tubeless sangatlah berbeda, pada tubeless terdapat lapisan inner liner yang berfungsi sebagai penahan rembesan udara sedangkan pada tubetype tidak ada lapisan tersebut sehingga digunakan ban dalam.

Kini dengan hadirnya Genzi tubeless maka bikers tidak perlu khawatir lagi akan resiko akibat salah pemasangan ban, Bikers bisa tampil mantap dengan ban yang kembangannya banyak ditiru oleh merk lain tsb.

Untuk mengenali perbedaannya dengan Genzi tubetype maka ada beberapa perbedaan pada genzi bertipe tubeless ini yaitu:
Sumber gambar: www.facebook.com/fdrtire

Panduan Pemakaian ban balap FDR

Selasa, 07 Juni 2011

Seperti kita tahu, saat ini FDR adalah produsen ban paling terdepan dalam hal ban balap, produknya paling lengkap dari mulai untuk skutik sampai dengan sportbike, dan dari mulai hujan sampai dengan kering.
Banyak pembalap atau mekanik yang tidak tahu peruntukan masing-masing type ban FDR bertype soft compound ini, ketidaktahuan ini rupanya ditanggapi pihak FDR dengan mencantumkan panduan aplikasi pemakaian ban balap pada katalog barunya.
Pada gambar diatas (Saya scan dari katalog FDR 2011) bisa dijelaskan sebagai-berikut:
  1. Sport XT: Ban ini paling cocok jika dipakai didepan dipasangkan dengan Sport XR dibelakang. Sport XT ini optimal untuk trek lintasan hujan. walaupun untuk ban hujan namun tidak akan kehilangan gripnya ketika lintasan mulai kering.
  2. Sport XR: Sama dengan Sport XT, hanya bedanya Sport XR dipasang dibelakang Sport XT. Untuk size 90/80-14 bisa dipakai depan dan belakang, sedangkan untuk sport bike roda depan pakai size 100/70-17 dan belakang 120/70-17. Pake ban ini ga perlu khawatir jika saat race tiba-tiba diguyur hujan.
  3. Sport MP 76: ban ini cocok untuk lintasan basah sehabis hujan sampai dengan lintasan kering namun dengan suhu dingin.
  4. Sport MP 57: ban yang kembangannya telah ditiru tetangga sebelah ini cocok untuk lintasan kering dengan range suhu dingin sampai dengan suhu panas.
  5. Sport MP 27: ban ini optimal pada lintasan kering dengan suhu panas.
  6. Sport FR 75 Slick Tire: sesuai dengan karakter ban botak (slick) ban ini jagonya di lintasan kering dengan suhu tinggi /panas, namun pada sirkuit permanen. Kenapa harus disirkuit permanen...karena di sirkuit permanen memiliki aspal yang mulus dan tidak berpasir, sehingga grip ban terhadap aspal akan semakin lengket.
Jadi anda tinggal pilih ban FDR sesuai dengan karakter lintasan yang akan dihadapi, semakin sesuai ban yang dipilih maka balapan akan semakin kompetitif. (br2)

Spartax

Senin, 06 Juni 2011



Kenggulan:
Mampu melintas di Jalan mulus, Asphalt rusak, Ashpalt terkelupas, jalan beton, jalan kasar dan jalan tanah kering tanpa takut kehilangan grip

Class:
Onroad :: Tubetype :: Sporty

Size | HET*
60/90-17 | Rp. 107,000
70/90-17 | Rp. 125,000
80/90-17 | Rp. 165,000

FDR Support YRA

Setelah sukses mendukung program pembibitan pembalap muda Honda, Honda Racing School ditahun 2010, kini FDR sebagai ban balap terbaik buatan Indonesia dipercaya oleh pabrikan Yamaha Indonesia untuk ikut mensupport Yamaha Riding Academy (YRA). Kepercayaan dari dua pabrikan motor terbesar di Indonesia ini menjadi bukti bahwa FDR masih menjadi ban balap terbaik baik dari segi kualitas maupun dari segi dukungan teknisnya.

YRA merupakan program pembibitan dan pembinaan bagi pembalap muda yang berada dibawah payung Yamaha Indonesia, dengan mengikuti YRA ini diharapkan lahir pembalap-pembalap muda Indonesia yang mampu berprestasi ditingkat lokal dan internasional. Rencananya YRA akan digelar dalam tiga gelombang yaitu: gelombang I tanggal 31 Mei - 2 Juni 2011, gelombang II tanggal 12-14 Jul 2011 dan gelombang terakhir tanggal 1-3 November 2011.

Peserta yang mengikuti gelombang pertama berjumlah 18 pembalap yang dibagi kedalam dua kelompok, mereka adalah pembalap terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan YRA dipusatkan di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat. Unit motor yang dipakai adalah Yamaha V-ixion, TTR 125 dan YZF-R6, semua peserta dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman didunia balap antara lain Doni Tata Pradita dan Hokky Krisdianto. Materi yang diajarkan meliputi: track orientation, riding style, racing line, braking, cornering dan survival insting.

FDR pada program ini selain menyediakan produk, juga memberikan service terbaik beserta dukungan tenaga teknis yang professional, jadi tidak heran jika FDR menjadi pilihan favorit dari mulai pembalap, tim balap hingga menjadi pilihan favorit pabrikan-pabrikan motor di Indonesia untuk bekerja sama dalam rangka pengembangan program balapnya.

sumber: www.fdrtire.com

Interact, Produk Ban Terbaru Metzeler

Kamis, 14 April 2011



MUSIM semi telah tiba. Para pecinta sepeda motor pun telah siap memodifikasi tunggangannya untuk menyambut musim baru.

Seperti diketahui ban berperan penting dalam perihal keamanan, sehingga banyak pengendara yang memberi perhatian penuh terhadap ban yang digunakan pada tunggangan mereka.

Dan inilah saatnya pabrik ban turut serta mengambil bagiannya dalam menawarkan produk-produk ban terbaiknya. Bervariasi ban diproduksi, dari ukurannya hingga dapat disesuaikan untuk keperluannya.

Belum lama ini, sebuah acara baru saja diselenggarakan di Metzeler Spanyol, untuk mengenalkan produk ban terbarunya bernama Interact yang menyediakan berbagai ban radial, dengan garis yang sepenuhnya telah direnovasi guna memenuhi kebutuhan tiga segmen sepeda motor.

Secara spesifik, ban Interact tersedia untuk segmen motor Sport, Sport-Urban, dan Urban-Touring. Ban penggabungan teknologi Multi Zone Tension dan ban baja yang telah dipatenkan ini terbagi tiga untuk tiga segmen tadi, yaitu Racetec K3 Interact, Sportec M5 Interact, dan Roadtec Z8 Interact.

“Walaupun Racetec K3 terlihat gagah pada segmen Sport dengan sebuah modern sport bike, jalanan akan menguji mesin 1000cc saat berkendara di pegunungan. Konsep yang sama menawarkan Roadtec Z8 yang fit digunakan pada sport touring bikes, tetapi ketika dipasang ke motor sport modern, memperluas penggunaan sepeda motor bahkan dapat digunakan dalam perjalanan panjang pada jalanan yang basah dengan tingkat jarak tempuh dan jaminan keamanan yang tinggi,” ujar Metzeler.

Pihak Metzeler menjelaskan, tingkat keamanan yang tinggi pada ban Interact ini dikarenakan ban ini terbuat dari kandungan bahan elemen senyawa tertentu yang mengandung silika tinggi, serta menggunakan nano-scale dispersion yang memungkinkan tingginya tingkat keamanan yang dalam suhu tinggi atau pun beban yang berat.

Struktur dar fitur pada ban Interact Metzeler ini pun telah dimodifikasi seperti kawat baja bertekanan tinggi di bagian tengah untuk membuat kecepatan stabil dan nyaman, selama dengan kombinasi yang tepat dalam penggunaan M5 dan Z8 untuk jalanan pegunungan atau berkelok dan Racetec jalanan lurus.

Ban Racetec K3 Interact telah dipilih menjadi original equipment fitment pada BMW S1000RR, Aprilia RSV4-R and the Triumph Speed Triple in both the 180 and 190 rear tire sizes.

Sportec M5 Interact juga telah dipasangkan pada BMW F800R dan Moto Guzzi 1200 Sport, sejak debut Roadtec Z8 Interact pada R1200R dan K1600 GT serta GTL. (uky)
From: www.okezone.com

Ban FDR SPARTAX - Ride The Limit

Kamis, 03 Maret 2011


Akhirnya terkuak juga misteri logo X dari FDR. Logo X tersebut tidak lain adalah SPARTAX, sebuah keluarga baru dari ban FDR. Dari segi pattern, ban ini memiliki jenis kembangan yang baru untuk kembangan ban di Indonesia, jadi layak disebut spesies baru bagi ban-ban di Indonesia.

Saat ini ban FDR Spartax baru diproduksi ukuran 60/90-17, 70/90-17 dan 80/90-17 dengan type Tubetype alias masih menggunakan ban dalam. Dikarenakan belum ada dipasaran, harganya kemungkinan sama dengan ban-ban harian FDR lainnya dikisaran 100-150ribuan.

Dari segi desain Spartax bukanlah ban Off Road tapi lebih terlihat seperti ban semi off road karena ada kombinasi kembangan berbentuk blok dan alur2 yang lebar namun jarak kembangannya jarang, sementara itu ban Off road untuk garuk tanah biasanya memiliki kembangan dengan blok kotak-kotak dan jarak antar kembangan rapat-rapat, ban ini mungkin mampu melahap jalan dengan kondisi extreem tapi tidak akan seoptimal ban Off Road, jadi jangan harap bikers mendapat performa maksimal ketika melintasi jalan tanah berlumpur atau jalan perbukitan dengan bongkahan batuan besar seperti halnya ban motorcross.

Jika dilihat dari kembangannya berbentuk blok dan beralur lebar ban ini cocok bagi Bikers yang menyenangi gaya streetmoto atau motor yang biasa menggilas jalan aspal dan tanah. Ban dengan jargon "Ride The Limit" ini sepertinya didesain untuk kondisi jalan di Indonesia yang kebanyakan tidak mulus, bergelombang dan berbatu. Ban ini juga sanggup melibas dari mulai jalan dengan aspal halus, aspal kasar, jalan tanah dan jalan berbatu kecil.
Alur ban yang besar-besar yang terdapat pada Spartax berfungsi untuk membuang pasir dan kotoran sehingga daya cengkram ban menjadi lebih baik. Dengan kata lain Spartax cocok untuk jalan perkotaan dan pedesaan. (br2)

Species X baru dari ban FDR

Rabu, 23 Februari 2011


FDR mau mengeluarkan produk baru, itu adalah yang bisa ditangkap jika kita mengikuti perkembangan ban FDR dari facebook FDR. Akhir-akhir ini memang facebook FDR beberapa kali menulis status tentang akan hadirnya produk baru ban FDR, bahkan sempat dipublikasikan gambar logo X dengan tulisan coming soon, ini menandakan FDR memang akan segera merilis produk baru.
Mencoba untuk menjawab rasa penasaran mengenai logo X yang dipublikasikan tersebut, saya coba mengontak pihak FDR via e-mail, namun alhasil tidak ada satu informasipun yang bisa diperoleh, rupanya pihak FDR masih merahasiakan produk baru yang katanya berbeda spesies ini. "Jika saatnya sudah tiba pasti kami informasikan", begitu katanya.

Menjaga rahasia produk baru memang dirasa wajar mengingat produk-produk FDR banyak ditiru kompetitor lain, sebut saja Genzi, Flemmo, Sport XR, Sport MP 57 yang pola telapaknya dicontek habis-habisan oleh ban merk lain, bayangkan jika produk yang belum siap dilaunching sudah beredar dimasyarakat maka akan dengan mudah kompetitor untuk menjiplaknya kemudian memproduksinya, bisa jadi produk tiruan akan lebih dulu beredar dipasaran dibanding produk aslinya, tentunya hal ini akan merugikan pihak produsen aslinya baik secara pemasaran maupun secara hak intelektual.

Dulu sewaktu Genzi jauh sebelum dilaunching, sempat terjadi kehebohan diforum-forum Bikers dan di kaskus, banyak yang penasaran mengenai bentuk kembangannya dikarenakan ada kebocoran bahwa Genzi pola kembangannya berbeda dari ban-ban yang sudah ada, setelah dilaunching ternyata Genzi meledak (Laku) dipasaran dikarenakan bentuknya memang belum lazim untuk kembangan ban di Indonesia.

Mudah-mudahan kembangan FDR X ini juga berbeda dari yang sudah ada dan bisa jadi FDR mengulang kesuksesan produk sebelumnya dan melanjutkan tradisi menjadi trendsetter ban tanah air. Produk baru ini bertjenis ban balap kah...ban harian kah...tubeless atau tubetype kah...penasaran??? kita tunggu saja peluncurannya....(br2)

Mengapa MotoGP lebih menarik dibanding F1

Jumat, 10 Desember 2010

F1-VS-motoGP

Bagi anda penyuka balap, jika disuruh menentukan pilihan, memilih menonton motoGP atau F1, pastinya sebagian besar akan memilih motoGP, mengapa…berikut alasannya:

  1. MotoGP menyajikan aksi susul-susulan (Overtaking) yang memukau, peraih pole position belum tentu menjadi pemilik podium juara sedangkan pada balapan F1 sangat kecil kemungkinan untuk melihat aksi over taking antar pembalap apalagi pada sirkuit dengan trek yang sempit seperti Monaco, strategi pitstop yang meniadakan pengisian bahan bakar menjadikan balapan F1 semakin membosankan, peraih pole position biasanya akan mendapatkan podium juara.
  2. Bentuk mobil F1 terasa aneh berbeda dengan mobil produksi masal yang beredar di jalan raya, sirip-sirip aerodinamika yang menempel diseluruh badan mobil menambah aneh bentuk mobil. Sementara itu bentuk motor motoGP tidak berbeda jauh dengan bentuk motor yang beredar dijalanan.
  3. Tingkatan sosial masyarakat Indonesia lebih banyak memakai sepeda motor dibanding mobil, hal ini menjadikan motoGP lebih dekat dengan masyarakat Indonesia.
  4. F1 juga banyak mengandung unsur politis, misalnya tim Ferari lebih banyak diuntungkan oleh keputusan-keputusan FIA dikarenakan tim tersebut memiliki kedekatan dengan punggawa-punggawa FIA. Pada motoGP hal ini tidak terjadi, FIM lebih bersifat netral dibanding FIA.
  5. F1 banyak memberlakukan team order, yang menggelikan teman satu tim rela memperlambat mobilnya demi pencapaian point teman lainnya atau pembalap menghalangi jalan pembalap lain demi memperpanjang jarak pembalap satu timnya, sementara itu pada motoGP hal ini sulit dan jarang terjadi.
  6. Driver F1 dapat berkomunikasi dengan pit crew, hal ini yang kadangkala muncul keputusan politis, sementara itu rider motoGP benar-benar harus memutuskan segala sesuatu secara sendiri ketika sudah berada di trek karena tidak adanya alat komunikasi antara rider dan pit crew.
  7. Jumlah lap yang harus dilalui F1 sangat banyak yaitu sekitar 60 lap (durasi tayangan tv 2 jam), sedangkan pada motoGP hanya sekitar 24 lap (durasi tayangan tv 1 jam), hal ini menambah jenuh F1, bayangkan terpaku didepan tv tanpa ada aksi overtaking dengan pembalap yang memimpin didepan itu-itu saja.
  8. Pada motoGP ditayangkan juga kelas pendukung yaitu kelas 125 (moto3) dan moto2, selain tambah menghibur hal ini juga menyebabkan penonton bisa tahu jenjang karir pembalap dari awal hingga ke pentas tertinggi yaitu motoGP, misalnya penonton bisa tahu ketika Valentino Rossi masih beraksi dikelas 125, 250 hingga bisa merajai motoGP. Pada F1 kelas pendukung seperti GP3 atau GP2 tidak ditayangkan di TV sehingga penonton tidak biasa menyaksikan aksi seorang pembalap sebelum tampil dikelas F1.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa motoGP lebih menghibur dibanding F1, namun demikian bagi anda yang fanatik terhadap F1 tentu memiliki alasan tersendiri kenapa mencintai F1, semuanya diserahkan kepada Anda. (www.banroda2.blogspot.com)

2012 Michelin Balik ke MotoGP?

Jumat, 26 November 2010




Paris
- Dua tahun setelah memutuskan mundur dari MotoGP, Michelin dikabarkan bakal kembali meramaikan persaingan pabrikan ban di ajang tersebut. Mereka menjadwalkan melakukan comeback di tahun 2012.

Kali terakhir Michelin tampil di MotoGP adalah pada musim 2008, saat balap motor kelas premier itu memutuskan untuk menerapkan aturan baru soal suplier ban tunggal untuk tahun berikutnya.

Sejak saat itu hanya Bridgestone yang menjadi pemain tunggal di MotoGP. Kondisi yang bisa jadi tak akan bertahan lama karena keinginan Michelin melakukan comeback.

Dikutip dari MCN, berhembus kabar kalau pabrikan ban asal Prancis itu bakal kembali ke MotoGP pada tahun 2012, kebetulan di akhir 2011 kontrak Bridgestone akan habis.

"Ada ketertarikan besar dari Michelin untuk kembali, tapi mereka hanya mau melakukan itu jika ada kompetisi. Tapi masalahnya adalah, kompetisi akan membutuhkan biaya lebih besar dibanding jika hanya ada satu ban," ungkap seorang sumber MCN.

Disebutkan kemudian kalau keputusan soal comeback tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini, saat banyak tim akan memulai melakukan ujicoba pasca musim.

Sumber: detiksport

Satu HATI di tim Repsol Honda

Rabu, 10 November 2010



Musim depan, tim Repsol Honda mendapat Sponsor baru yaitu dari Astra Honda Motor yang merupakan produsen motor Honda di Indonesia.

Logo One HEART/Satu Hati mulai terlihat pada racing suite dan motor pembalap utama tim Repsol Honda, yaitu Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso pada Jumat pagi (5 November 2010/waktu Valencia) di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Logo One HEART akan menghiasai racing suit di bagian depan, dan lengan tangan kiri dan cover bodi sepeda motor sebelah kanan. Selain itu, kata Satu HATI akan terlihat pada punggung, lengan tangan kanan racing suit dan cover bodi sepeda motor sebelah kiri.

One Heart mencerminkan mimpi, gairah, dan gaya hidup bersama Honda dengan pelanggan yang muda dan dinamis di Indonesia.

“AHM mencoba membagi mimpi bersama meraih puncak kejayaan di arena balap dunia MotoGP. Dalam semangat One Heart, kebersamaan satu hati adalah kekuatan yang dahsyat untuk meraih mimpi, termasuk impian yang paling tinggi sekalipun,” ungkap Executive Vice President Director AHM Johannes Loman.

Semoga saja logo One Heart di motoGP bisa menjadi dorongan bagi bikers di Indonesia untuk lebih semangat lagi dalam meraih mimpinya.

Honda CBR 250R vs Kawasaki Ninja 250R

Selasa, 02 November 2010

JAKARTA- Jalan lengang yang selama ini dirasakan Kawasaki Ninja 250R dipastikan bakal lebih sempit dengan bakal munculnya Honda CBR250R.

Sama-sama masuk dalam kelas motor sport 250 cc, kedua motor ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

CBR250R menggunakan mesin 249 cc liquid cooled 4-tak DOHC single cylinder berkode CS250RE dengan kompresi rasio 10,7:1. Ini berbeda dengan Ninja yang punya jeroan 248 cc 4-tak 2 cylinder liquid cooled yang memiliki kompresi rasio 11,6:1.

Namun jangan lantas remehkan CBR, karena Honda telah menjejalkan Program Fuel Injection System (PGM-FI). Sementara Kawasaki masih percaya dengan kaburator lansiran Keihin CVK30.

Untuk menopang dimensi motor dengan panjang 2.035 mm, lebar 0.720 mm, dan 1.125 mm, Honda menggunakan ban berukuran 110/70-17M/C di depan dan 140/70-17M/C dibagian belakang.

Sedangkan Kawasaki memiliki si karet bundar berukuran 100/70 50S dan 130/70 64S jenis Tubeless yang bersanding dengan pelek racing ukuran 17 inci.

Urusan variasi warna Honda menawarkan Candy Ruby Red, Sword Silver Metalic, dan Asteroid Black Metalic. Kawasaki punya lebih banyak pilihan dengan Candy Plasma Blue, Ebony, Passion Red, dan Lime Green.

Nah sekarang tinggal keputusan Honda berapa akan membanderol CBR250R di Indonesia. Bila berdekatan dengan Kawasaki Ninja 250R yang harganya ada pada kisaran Rp46 juta, maka persaingan motor sport 250 cc akan semakin sengit. (uky)
Sumber: Okezone.com

Bungkus Baru Ban Honda

Jumat, 29 Oktober 2010


Honda Genuine Tire yang selama ini kita kenal bungkusnya berwarna merah dengan tulisan Honda berwarna putih, namun sekitar dua bulan terakhir ditoko-toko dapat kita lihat ada dua warna bungkus ban honda, satu berwarna merah, dan satu lagi berwarna putih. Sekilas bungkus warna putih mirip bungkus kepunyaan ban FDR tipe Genzi, sedangkan bungkus warna merah mirip bungkus ban FDR tipe Flemmo.
Lalu apa yang membedakan keduanya? ternyata perbedaan ini dibuat supaya konsumen bisa membedakan antara ban untuk roda depan dan ban untuk roda belakang. Ban depan diberi bungkus warna putih dengan tulisan merah, sedangkan ban belakang dibungkus dengan warna merah dengan tulisan putih. dengan demikian konsumen bisa dengan mudah membedakan mana untuk ban depan dan mana ban untuk roda belakang, selain itu hal ini bisa mengurangi penggunaan ban yang berukuran kecil pada roda belakang. Jadi jangan ragu tuk membeli ban asli motor Honda untuk roda depan atau roda belakang motor Anda.

Alat Tambal Ban Elektrik Buatan Jepara

Jumat, 08 Oktober 2010


Alat tambal ban yang selama ini kita kenal adalah penambal ban yang menggunakan bahan bakar sebagai alat pemanasnya, masalahnya sekarang ini bahan bakar seperti minyak tanah sudah sangat langka dipasaran walaupun ada bisa dipastikan akan sangat mahal harganya. Maksum ( 41 ) warga desa Tedunan kecamatan Kedung Kabupaten Jepara berhasil membuat terobosan unik. Meskipun hanya berpendidikan setara SMP saja namun dia mampu menciptakan alat tambal ban elektric yang pemanasannya menggunakan tenaga listrik. alat tambal ban elektric ini cukup praktis penggunaannya , tinggal colok saja 7 – 10 menit ditunggu ban yang bocorpun kembali dapat digunakan lagi.


” Ide pembuatan alat tambal ban ini sudah lima tahun yang lalu dan baru dibuat dua tahunan , ini dipicu oleh mahalnya bahan bakar minyak tanah dan kadang-kadang sulit mendapatkannya. Selain itu saya juga mempraktekan ketrampilan elektro saya”, ujar Maksum yang ditemui di rumah.

Maksum yang sehari-harinya bekerja sebagai montir mengatakan, alat tambal ban elektric ini hanya diperuntukkan untuk menambal ban sepeda atau sepeda motor sehingga bentuknya kecil dan mudah penggunaannya. Ban sepeda atau sepeda Motor yang bocor diberi tanda , diatas tanda ditutup dengan kompon selanjutnya ban dan kompon dipasang pada alat tambal ban electric tunggu 7-10 menit ( lampu kontrol padam) banpun akan kembali dapat digunakan. Karena menggunakan tenaga listrik dari segi beayapun cukup murah , selain itu juga tidak dipusingkan oleh asap dan api apalagi jika musim hujan alat ini sungguh sangat praktis.

Alat tambal ban electric ini menurut Maksum , selain dapat untuk membuka usaha tambal ban juga dapat dipergunakan secara pribadi utamanya rumah tangga yang tempatnya jauh dari bengkel , daerah terpencil atau dipemukiman padat penduduk. Saat ini sepeda atau sepeda motor merupakan alat transportasi yang cukup vital , kebocoran ban bisa terjadi kapan saja dan dimana saja . Oleh karena itu jika dirumah sudah tersedia alat tambal ban ini kita tinggal membeli kompon dan pompa di toko terdekat , jika ban sepeda atau sepeda motor kita bocor sewaktu-waktu bisa ditanganinya sendiri tidak usah ke bengkel . Selain menghemat waktu , juga menghemat biaya bahkan jika ada kesempatan kita bisa buka usaha tambal ban sendiri dan dapat menambah penghasilan.

” Ya itulah manfaatnya alat tambal ban ini , ya karena keterbatan modal kami membuat alat ini belum begitu banyak , kami membuat hanya mengandalkan pesanan saja , yang kami buat baru sekitar 30 alat tambal ban . Harganyapun cukup murah hanya Rp 125.000 saja , jika ada yang pesan bisa kami buatkan , tentunya tambah ongkos kirim dimana pemesan itu tinggal bisa di seluruh Indonesia kami layani ” , ujar Maksum berpromosi.

Maksum menjamin alat tambal ban electric yang ia ciptakan ini cukup efektif , praktis dan ekonomis untuk menambal ban , oleh karena itu para penambal ban utamanya sepeda atau sepeda motor yang masih menggunakan api untuk pembakarannya dapat beralih ke alat tambal ban electric ini. Dan untuk waktu yang akan datang dia akan mencoba membuat alat tambal ban mobil sehingga mempermudah para tukang tambal ban mobil dalam bekerja. Tidak itu saja dia juga berkeinginan pula untuk membuat tempat pelatihan /kursus ketrampilan bengkel mobil, sepeda motor dan las untuk para remaja yang putus sekolah atau remaja yang belum mempunyai ketrampilan sama sekali.

Dia melihat saat ini banyak remaja yang putus sekolah atau menganggur yang hanya membuat masalah di keluarganya. Padahal jika mereka itu dididik ketrampilan perbengkelan akan membuka lapangan pekerjaan baru , toh pada saat ini sepeda motor sudah menjamur dimana.

” Doakan saja Mas, mudah mudahan keinginan saya membuka tempat pelatihan terkabul , sehingga ketrampilan saya bisa tersalurkan untuk orang lain” . ujar Maksum yang setiap harinya bergelut dengan mesin mobil menutup sua.


Sumber : http://www.whooila.com/2010/10/unik-kreatif-warga-jepara-temukan-alat.html#ixzz11igyd6Eo

Sengatan New Scorpio

Jumat, 01 Oktober 2010


Kini Yamaha Scorpio siap menyengat bikers di Indonesia, Acara peluncuran berbarengan dengan launching Yamaha Byson di Savana Bromo, Jawa Timur 25-26 September kemarin.

Beberapa perubahan New Scorpio Z adalah, bentuk lampu depan dari bulat menjadi lebih futuristik (Head lamp multi reflector) yang mengadaptasi dari bentuk dan design modern, tanki BBM yang berukuran lebih besar, serta perubahan lain di bagian belakang, sisi samping motor, knalpot, lampu sein, dan spakbor belakang.

Motor ini masih mengusung mesin 225 cc bertenaga 19 ps diputara 8.000 rpm dengan torsi 1.86 kgf.m pada 6.500 rpm. New New Scorpio baru ini dipasarkan dengan harga 23,5 Juta.


SPESIFIKASI
DIMENSI P x L x T 2.025 mm x 765 mm x 1.095 mm

Jarak Sumbu Roda 1.295 mm

Jarak Terendah ke Tanah 165 mm

Tinggi Tempat Duduk 770 mm

Berat Isi 141 kg

Kapasitas Tangki Bensin 13 Liter



MESIN Tipe Mesin 4 Langkah, 2 Valve SOHC, Berpendingin Udara

Jumlah / Posisi Silinder Cylinder Tunggal / Tegak

Volume Silinder 223 cc

Diameter x Langkah 70,0 x 58,0 mm

Perbandingan Kompresi 9,50 :1

Daya Maksimum 13.4 kW@8.000 r/min (18.2 PS@8.000 r/min)

Torsi Maksimum 17.5 Nm@6.500 r/min (1.78 kgf-m@6500 r/min)

Sistem Starter Electric Starter dan Kick Starter

Sistem Pelumasan Basah

Kapasitas Oli Mesin Total : 1,4 Liter / Penggantian Berkala : 1,2 Liter

Tipe Karburator (MIKUNI) BS30 x 1

Tipe Kopling Basah, Kopling manual, Multiplat

Tipe Transmisi Return, 5 Kecepatan

Pola Pengoperasian Transmisi 1-N-2-3-4-5



RANGKA Tipe Rangka Double Cradle

Suspensi Depan Teleskopik

Suspensi Belakang Lengan Ayun, Suspensi Monocross

Ban Depan 80/100-18 47P

Ban Belakang 100/90-18 56P

Rem Depan Cakram

Rem Belakang Tromol



KELISTRIKAN Sistem Pengapian C.D.I.

Battery GM7B-4B

Tipe Busi NGK/DP8EA-9



GARANSI
1 Tahun / 12.000 km : Mesin (sesuai ketentuan)


2 Tahun / 24.000 km : Kelistrikan tertentu (sesuai ketentuan)


6 Bulan / 6.000 km : Umum diluar kelistrikan (sesuai ketentuan)


Servis gratis : 4 kali + 1 kali oli mesin

Foto: Detikoto.com
ref: http://www.yamaha-motor.co.id

Scooter Mini

Jumat, 24 September 2010


Mini yang selama ini kita kenal lewat mobil mini cooper-nya, akhirnya mempublikasikan secara resmi penampakan konsep skuter elektrik bergaya retro mereka.

Skutrik yang dijuluki Mini E Scooter Concept ini akan memiliki 3 penampakan berbeda.yaitu Mini E yang bergaya retro modern, British Racing Green yang bergaya balap retro dan Mini putih yang bergaya retro abis!


Mini E Concept ini menggunakan penggerak daya listrik yang terpasang di roda belakang. Sedangkan baterainya menggunakan tipe lithium ion. Hingga saat ini Mini belum merilis kemampuan daya jelajah. Maupun performa dan lamanya waktu isi ulang motor ini. Namun Mini telah memberikan sketsa bahwa skutrik nampaknya langsung dapat di isi ulang ke stop kontak biasa yang ada di rumah kita.

Desain ini juga menunjukkan fitur dan detail Mini skutrik di bagian panel speedometer dan lampu depan. Untuk mengaktifkan skutrik ini, pengendara harus menaruh smartphone mereka di panel speedo. Gadget ini berfungsi sebagai kunci, speedometer, navigasi, MP3 player, bahkan alat komunikasi. Benda ini dapat terhubung langsung ke helm pengendara lewat bantuan Bluetooth.

Mini menyebut inovasi pengendara, skutrik dan smartphone ini sebagai “pembuka jalan bagi berbagai fungsi interaktif baru”. Oh ya, smartphone ini terintegrasi dengan Google Maps lho! Sehingga anda dapat mencari posisi pengendara lain. Atau bahkan mengundang mereka berjalan bersama sama!


Sumber: Otomotifnet.com
Foto: Autocar.co.uk

Mega Pro vs Byson

Senin, 20 September 2010

Bagi yang mau beli motor sport bergaya street fighter tentunya dibuat bingung dengan munculnya dua varian motor sejenis secara berbarengan. PT. Astra Honda Honda Motor yang mengeluarkan New Mega Pro disususl dengan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang mengeluarkan Byson.

Dari pada bingung mending Anda coba pelajari dulu fitur-fitur apa saja yang diterapkan pabrikannya ke produk andalan mereka itu. Siapa tau bisa jadi panduan buat Anda dalam memilih produk yang sesuai selera.

Roda

Baik NMP maupun Byson 150 sama-sama mengaplikasi lingkar roda 17 inci. Dan ban yang digunakan juga tipe tubeless. Tapi ukurannya lebih gede Byson 150, yakni depan 100/80-17 M/C 52P dan belakang 120/70-17 M/C 58P. Sedang di NMP pakai ukuran 80/100-17 M/C 46P (depan) dan 100/80-17 M/C 55P (belakang).

Pakai ban lebih lebar umumnya unggul soal handling. Tapi biasanya berdampak akselerasi jadi agak berat dan konsumsi BBM sedikit boros. Tapi untuk membuktikannya, nanti kami tes lagi pada kedua motor ini. Oh iya, untuk pelek AHM menawarkan dua pilihan; spoke wheel (SW) dan casting wheel (CW). Sementara Byson baru ada tipe CW.


Byson

New Mega Pro

New Mega Pro

Byson

Suspensi

Pada kedua motor ini, di bagian depan pakai teleskopik. Namun diameter batang sok yang dijejali YMKI ke Byson lumayan gede, yaitu 41 mm. Lebih gede 10 mm dari NMP yang cuma 31 mm. Alhasil membuat kaki depan Byson terlihat jadi lebih kekar bak moge SF. Soal kemampuan meredam kejutnya berdasarkan uji coba Mr. Testo sih tidak begitu jauh berbeda.

Di belakang, juga sama-sama aplikasi swing arm dipadu monosok. Monosoknya juga diapat disetel tingkat kekerasannya alias adjustable. Pada NMP pilihan kekerasannya ada 3 level; soft, medium dan hard. Sedang di Byson model berundak dengan jumlah 5 undakan.


Kunci Kontak


Buat pertimbangan keamanan, AHM adopsi kunci kontak jenis shutter key pada NMP. Fitur ini terbukti cukup ampuh menghambat aksi pencurian sepeda motor yang kian mengganas. Sedang di Byson masih menganut kunci kontak model biasa.


New Mega Pro

Byson

Byson

New Mega Pro
Rem

Peranti ini tentu juga jadi satu pertimbangan saat mau beli motor. Nah, antara Byson dengan NMP menawarkan kelebihan sendiri. Misal di depan Byson menggunakan piringan cakram dengan diameter lebih lebar (267 mm) dibanding New Mega Pro (245 mm). Dilengkapi kaliper 2 piston.

Namun di belakang, Byson masih andalkan tipe teromol. Sementara NMP sudah mengaplikasi jenis disc brake..

Baik Byson dan NMP sudah menggunakan penunjuk kecepatan model digital. Termasuk penunjuk bensinnya. Tapi untuk pemantau putaran mesin, Mega Pro masih mengandalkan jenis analog.

Mesin


Sistem pendingin kedua SF ini masih andalkan angin. Tapi ada juga fitur pendingin tambahan yang coba diterapkan tiap pabrikan. kalau di Byson, YMKI menambah sebuah corong pengarah angin yang ditempatkan di bagian kanan mesin untuk mendinginkan bagian kepala silinder seputar busi. Sistem itu dinamai YRCS (Yamaha Ram Air Cooling System).

Sedang di MegaPro, Honda merancang kepala silindernya menganut jalur atau rongga yang mengarah ke bagian tengah head, dinamai 2 way air cooling system. Selain sistem pendingin, kedua motor juga sudah pakai roller rocker arm.

Lalu gimana soal gaya? NMP tampaknya lebih menyuguhkan tongkrongan elegan dan kalem. Sementara Byson bisa mengakomodasi yang doyan show-off. Jadi, pilih yang mana?

Sumber: http://www.otomotifnet.com

Pemeriksaan Ban Sebelum Mudik

Jumat, 03 September 2010


Berikut adalah tips ringan pemeriksaan ban sebelum mudik:

  1. Periksa batas TWI (Tread Wear Indicator atau batas keausan ban), jika ban telah mencapai batas tersebut segera ganti ban dengan yang baru.
  2. Jika ban luar diganti disarankan ban dalam juga ikut diganti.
  3. Periksa tekanan angin, waktu pengecheckan terbaik adalah saat ban masih dingin.
  4. Sebagai antisipasi, dianjurkan untuk membawa tube (ban dalam) cadangan didalam bagasi motor anda jika anda memakai ban tubetype.
  5. Pastikan ukuran ban dalam harus sesuai dengan ukuran ban luar, ban dalam yang kekecilan akan menyebabkan gampang meledak, sedangkan ban dalam yang kebesaran akan mudah melipat didalam sehingga menyebabkan mudah bocor.
  6. Jangan bawa beban berlebih, sesuaikan dengan load index (Indeks beban) yang tertera pada dinding ban.
Pengertian TWI dan Load Index bisa klik www.fdrtire.com/tirelogy

Motor Jepang Bukan Tandingan Viar

Kamis, 02 September 2010


CISARUA- Hadir sebagai motor yang menyasar masyarakat golongan kelas bawah, PT Triangle Motorindo (TM) rupanya tidak ingin disandingkan dengan pabrikan Jepang.

Produsen sepeda motor merek Viar ini memang selalu konsisten untuk menghadirkan motor-motor berharga miring. Alasannya agar masyarakat menangah ke bawah bisa memiliki tungangan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau kita lihat dari strategi harga, sebenarnya jelas kita bukan head to head dengan Jepang, karena kita bermain pada level harga di bawah mereka," jelas Marketing Division Head TM, Ahmad Zafitra Dalie, disela acara 'Touring Viar Vior Jakarta-Puncak', Senin (30/8/2010) malam.

Ia menuturkan, selama ini banyak produsen motor non Jepang yang masuk ke Tanah Air. Namun semuanya kemudian berguguran karena kebijakan penetapan harganya yang terlalu tinggi.

"Kalau non Jepang harganya sudah mirip-mirip dengan motor Jepang akan sulit berkembang. Makanya kita masuk ke level di bawahnya," sebut dia.

Semua itu dilakukan guna menyiasati konsumen yang ingin mengambil dengan sistem kredit maka besar angsurannya pada pihak lembaga pembiayaan (leasing) tidak terlalu tinggi.

"Strategi kita selalu patokannya agar ketika kredit angsurannya bisa sampai Rp350 ribu, ini yang tidak bisa dilakukan merek-merek Jepang," lanjut Dalie.

Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi masyarakat di Tanah Air terutama di pedesaan yang terkadang penghasilannya hanya Rp700 ribu - Rp800 ribu per bulan. "Dengan demikian bermodal penghasilan UMR, mereka tetap bisa ambil motor yang berkualitas," tukas pria ramah itu. (uky)
Sumber: http://autos.okezone.com

Motor Militer M1030-M2


LONDON- Sebagai motor militer, tentu kuda besi ini didesain memiliki kekuatan yang diatas rata-rata motor pada umumnya.
Namanya M1030-M2. Aneh memang, karena motor ini bukan kendaraan biasa melainkan ditakdirkan sebagai alat militer.
Dan uniknya, motor tersebut juga sanggup meminum tujuh jenis bahan bakar berbeda. Motor ini bisa diisi dengan bahan bakar jenis Solar, BioFuel, Aviation, atau empat bahan bakar lain yang biasanya digunakan pada kendaraan militer pada umumnya.

"Motor juga bisa melintasi genangan air hingga kedalaman 60 cm dan bila tanki bahan bakar terisi penuh maka sanggup menggerakkan kendaraan sejauh hampir 500 km," tulis Motorcyclenews, Rabu (11/8/2010).

Hayes Diversified Technologies Inc selaku pihak pengembang mengklaim M1030 merupakan trobosan dalam teknologi kendaraan militer.

Urusan mesin, motor militer ini dibekali jeroan berkapasitas silinder 670 4 silinder yang sanggup menciptakan tenaga sebesar 33 bhp. Ketika gas diputar penuh, maka motor mampu mencapai kecepatan maksimum 150 km/jam.

Dengan perkiraan harga mencapai Rp165 juta, para tentara bayaran dan pasukan khusus militer berharap untuk bisa memiliki motor tersebut dengan perubahan bagian body yang menggunakan baja. (uky)

Sumber: http://autos.okezone.com/
 

07 Jul 2010 ·banroda2 by vendesign